1. Populasi dan sampel

Efektivitas tiga model pembelajaran, yaitu PBL (A1), PJBL (A2), dan inquiry (A3) terlihat dari skor prestasi belajar matematika ketiga kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran tersebut selama tiga bulan. data prestasi belajar ketiga kelompok disajikan sebagai berikut.

 

No Subjek PBL PJBL Inquiry
1 90 90 80
2 80 90 70
3 80 70 90
4 100 80 80
5 80 80 80
6 80 70 70
7 90 70 70
8 90 70 70
9 90 60 50
10 80 60 50

 

  • Populasi berdasarkan data tersebut adalah seluruh kelompok yang telah mengikuti model pembelajaran PBL (A1), PJBL (A2), dan inquiry (A3) selama tiga bulan.
  • Sampel berdasarkan data tersebut adalah diambil sebanyak 10 siswa yang mengikuti model pembelajaran PBL (A1), PJBL (A2), dan inquiry (A3) selama tiga bulan.
  1. Hipotesis yang akan diuji

H0: tidak ada perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL, PJBL dan inquiry.

H1: ada perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL, PJBL dan inquiry.

Atau dalam bentuk hipotesis statistik yaitu:

 

H0 ∶ µ1 = µ2 = µ3

H1 ∶ µ1 ≠ µ2 ≠ µ3

 

  1. Data dan instrumen
  • Data
No Subjek PBL Discovery

Learning

Inquiry
1 90 90 80
2 80 90 70
3 80 70 90
4 100 80 80
5 80 80 80
6 80 70 70
7 90 70 70
8 90 70 70
9 90 60 50
10 80 60 50

 

  • Instrumen
    1. Buka IBM SPSS Statistics 24, buka lembar kerja baru di SPSS lalu klik variabel view untuk mengisi data seperti pada gambar di bawah.
    2. Pada variabel view → isi pada values seperti data di bawah

 

Cara mengisinya:

  • Value: ketik 1; Label: ketik; PBL Klik Add
  • Value: ketik 2; Label: ketik PJBL; Klik Add
  • Value: ketik 3; Label: ketik Inquiry; Klik Add

Klik Ok

  1. Langkah selanjutnya klik data view, kemudian data “Model Pembelajaran” dan “Nilai” sesuai dengan kolom tersedia.

 

  1. Pegujian asumsi

Untuk melihat apakah data tersebut dapat diselesaikan dengan uji anova satu arah, akan dilakukan pengujian asumsi yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Apabila dua uji tersebut terpenuhi maka anova satu arah dapat digunakan. Adapun langkah-langkah untuk pengujian asumsi sebagai berikut:

  • Uji normalitas

Uji normalitas adalah suatu metode statistik yang digunakan untuk menentukan apakah data yang kita miliki memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas umumnya dilakukan sebelum menerapkan analisis statistik parametrik, seperti uji t, ANOVA, dan sebagainya, karena analisis parametrik mengasumsikan bahwa data berasal dari distribusi normal.

Dalam melaksanakan uji normalitas, hipotesis nolnya adalah bahwa data berasal dari distribusi normal. Jika nilai p dari uji normalitas tersebut lebih besar dari Tingkat signifikansi yang ditentukan (misalnya 0,05), maka kita gagal menolak hipotesis nol, dan dapat menyimpulkan bahwa data kita mungkin berasal dari distribusi normal.

Langkah-langkah melakukan uji normalitas:

  1. Klik menu Analyze Descriptive Statistics Explore
  2. Maka akan muncul kotak dialog explore, selanjutnya masukkan variabel nilai siswa dalam 3 bulan ke kotak Dependen List, lalu masukkan variabel “model pembelajaran” ke kotak Factor List, pada bagian Display pilih Both, Kemudian Plots.
  3. Maka akan muncul kotak dialog “Explore: Plots”, kemudian berikan tanda centang pada Normality plots with tests, lalu klik continue.
  4. Selanjutnya klik Ok untuk mengakhiri perintah. Maka muncul output SPSS. Perhatikan output ketiga, yakni pada table “Test of Normality”.
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Model Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Nilai siswa

selama 3 bulan

PBL .305 10 .009 .781 10 .008
PJBL .245 10 .090 .892 10 .177
Inquiry .269 10 .039 .879 10 .127

 

Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas:

  • Jika nilai > 0,05 maka data berdistribusi normal.
  • Jika nilai < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

Dari output SPSS pada tabel Test of Normality di atas, diperoleh nilai Shapiro- Wilk Sig. untuk data metode pembelajaran PBL adalah sebesar 0,008, PJBL sebesar 0,177 dan Inquiry sebesar 0,127. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas di atas, maka data nilai siswa untuk ketiga jenis model pembelajaran > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data nilai siswa untuk ketiga jenis model pembelajaran (PBL, PJBL dan inquiry) adalah berdistribusi normal.

Karena asumsi dasar normalitas sudah terpenuhi maka analisis stastistik parametrik dengan Uji One Way Anova dapat dilakukan. Namun, jika data penelitian ternyata tidak berdistribusi normal maka alternatif analisis data sebagai pengganti uji one way anova adalah dengan menggunakan statistik non parametrik yakni dengan uji kruskal wallis.

  • Uji homogenitas

Uji homogenitas adalah proses statistik yang digunakan untuk mengevaluasi apakah varians dari dua atau lebih kelompok data sama atau homogen. Varians yang homogen antar kelompok merupakan salah satu asumsi utama dalam banyak metode analisis statistik, seperti uji analisis varians (ANOVA). Uji homogenitas membantu memastikan bahwa perbedaan yang diamati antara kelompok bukan disebabkan oleh perbedaan varians antar kelompok tersebut.

Langkah-langkah melakukan uji homogenitas:

  1. Klik menu Analyze Compare Means One Way
  2. Maka akan muncul kotak “One Way ANOVA”, selanjutnya masukkan variabel “Nilai siswa selama 3 bulan” ke kotak Dependen List, lalu masukkan variabel “Model Pembelajaran” ke kotak Factor List, lalu klik Options.
  3. Maka akan muncul kotak dialog “One-Way ANOVA: Options”, kemudian bagian “Statistics” berikan tanda centang untuk Homogenity of variance test, lalu klik continue.
  4. Selanjutnya klik Ok untuk mengakhiri perintah. Maka muncul output SPSS berjudul “Oneway”. Untuk menafsirkan hasil uji homogenitas, cukup memperhatikan table output “Test of Homogenity of Variances”.
Test of Homogeneity of Variances
Nilai siswa selama 3 bulan
Levene Statistic df1 df2 Sig.
.830 2 27 .447

 

Berdasarkan tabel output “Test of Homogeneity of Variances” di atas diketahui nilai signifikansi (Sig.) variabel nilai siswa selama 3 bulan adalah sebesar 0,447. Karena nilai Sig. 0,447 > 0,05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas di atas, dapat disimpulkan bahwa data nilai siswa untuk ketiga jenis model pembelajaran (PBL, PJBL dan inquiry) adalah sama atau homogen.

Analisis data parametrik merupakan suatu pendekatan statistik yang melibatkan pengukuran atau estimasi parameter dari suatu populasi. Data parametrik diasumsikan mengikuti distribusi tertentu, seperti distribusi normal.

Sebelum melakukan analisis parametrik, lakukan normalitas data. Normalitas dapat diuji menggunakan berbagai metode, seperti uji normalitas Shapiro-Wilk atau Kolmogorov- Smirnov. Kemudian lakukan uji homogenitas, uji homogenitas ini bertujuan untuk memastikan perbedaan yang diamati antara kelompok bukan disebabkan oleh perbedaan varians antar kelompok tersebut. Selain uji t dan ANOVA, terdapat berbagai uji statistik parametrik lainnya seperti uji chi-kuadrat untuk uji asosiasi, uji F untuk uji perbedaan varians, dan lain sebagainya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius