Seri 8 Belajar LibreOffice: Wahai Saudaraku, Belajarlah LibreOffice dari Mereka

Bismillahirrohmanirrohiim.

Di tahun 2019, telah muncul versi terbaru dari Microsoft Office (MSO) yang dikeluarkan oleh pihak Microsoft untuk memanjakan penikmat produk mereka. Setelah 3 tahun lamanya, tidak menyebut versi 2017 dan 2018 lalu menggantinya dengan MSO versi 365, maka dirilislah  MSO 2019. Pertanyaannya sekarang, apakah Anda mau menggunakan MSO yang terbaru ini? Apakah Anda harus tertipu untuk kesekian kalinya dengan produk tersebut? Nah, disini penulis karena care dengan teman-teman sekalian, maka JANGAN, STOP, BERHENTI, HENTIKAN niatan Anda untuk memasang MSO terbaru tersebut. Hargai usaha orang-orang yang telah menyumbangkan ilmunya tentang LibreOffice dengan cara mempelajari juga LibreOffice. Wahai saudaraku, BELAJARLAH LIBREOFFICE DARI MEREKA!. (baca juga : Serial LibreOffice 4 : Pakar Free Software Legendaris)

Tulisan kali ini kembali dan tidak bosan-bosannya mengulang-ulangi untuk mengingatkan dan mengajak kepada teman-teman sekalian untuk mempelajari LibreOffice. Anda dan teman Anda harus mengetahui hal ini. Jangan terbuai dengan gemerlah MSO. Bayangkan, saat Anda mempelajarinya, lalu Anda mengajarkannya, dan itu bisa bermanfaat untuk teman-teman Anda yang lain, berarti Anda mengamalkan sunnah dari Rasulullah,

Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.”
[Muttafaqun ‘alaih][1]

Tahun 2019 ini, jadikan sebagai momen teman-teman sekalian untuk mempelajari LibreOffice. Insyaa Allah mudah untuk mempelajarinya, niatkan dengan ikhlas, barengi dengan do’a serta dukung dengan ikhtiar (usaha) yang maksimal (jangan setengah-setengah, harus totalitas) sebagaimana waktu Anda mempelajari MSO dulu. Usahakan format dokumen MSO seperti DOCX, XLSX, dan PPTX sudah tidak Anda gunakan kedepannya, karena jika masih, maka bisa menghambat usaha yang dilakukan oleh Komunitas LibreOffice Indonesia beberapa tahun terakhir untuk memasyarakatkan LibreOffice. Saat MSO sudah berkurang penggunanya, maka besar peluang LibreOffice untuk bisa disebarluaskan untuk diajarkan kepada masyarakat di semua kalangan.

Mereka yang penulis maksud disini adalah orang-orang yang telah memproklamirkan LibreOffice, baik melalui Telegram, website pribadi mereka, YouTube, baik juga berupa buku panduan berbentuk PDF maupun berbentuk cetak yang telah diperjualbelikan. Tujuan mereka tidak lain hanya ingin agar masyarakat Indonesia mengetahui fakta yang sebenarnya bahwa MSO yang mereka pakai itu tidak menunaikan hak-hak penggunanya (untuk USE-STUDY-MODIFY-SHARE), lisensinya yang mahal, dan MENGKRIMINALKAN penggunanya saat menggunakan MSO dengan cara aktivasi offline menggunakan tools tambahan seperti KMS Auto dan KMSPico atau cara ilegal lainnya. Tidak adil, bukan?. (baca juga : Pengguna Software Bukan Kriminal, Tapi Korban)

Oleh karena itu, jangan termakan oleh komentar orang-orang yang mengatakan bahwa “LibreOffice itu sulit, jadul, sering crash,…” dan komentar lainnya. Tapi, jadilah pengguna software yang berakhlak mulia. Terus saja belajar, belajar, dan belajar, tidak usah memusatkan perhatian Anda pada masalah-masalah seperti itu. Sabar dan dewasalah dalam mempelajari LibreOffice. Sudah bukan zamannya, itu sudah ketinggalan zaman yang bahasannya tentang “Yang mana lebih baik, MSO atau LibreOffice?” atau “Yang mana lebih baik, LibreOffice atau WPS?“, atau “Yang mana lebih baik, WPS atau Free Office?“, dan sebagainya. Hentikan banyak bertanya seperti itu!. Itu sangat membuang waktu Anda. Mending mengisi waktu Anda kedepannya dengan mempelajari LibreOffice, belajar, belajar, dan belajar.

Mungkin itu saja tulisan kali ini, semoga bermanfa’at untuk penulis dan pembaca sekalian. Kalau ada yang benar itu datangnya dari Allah subhanahu wa ta’aalaa, dan yang salah itu dari kecerobohan dan kekurangan penulis yang masih belajar ini. Jangan lupa komentar dan kritik serta masukan dari pembaca dih di kolom komentar dibawah.

Syukron Jazaakumullaahu Khairan wa Baarakallaahu Fiikum.
Allahu a’lam.

Rujukan:
[1] https://muslimah.or.id/6435-pribadi-yang-bermanfaat.html oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba, Lc.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.