Seri 3 Belajar GNU/Linux: Mengapa GNU/Linux?

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Penulis teringat akan agenda besok (30/08) membawakan materi LibreOffice di SMA Negeri 2 Makassar untuk pengurus dan anggota SITe.Com. Tulisan ini menggambarkan perasaan penulis tentang upaya memasyarakatkan free software yang hingga saat ini, Alhamdulillah, masih terus berlangsung. Langkah ini penulis tempuh karena ini bagian dari menyebarkan kebaikan, menjadi penyemangat orang-orang yang telah SADAR akan pentingnya adab dalam MEMBELI (Memahami dan Belajar LibreOffice) secara khusus dan pentingnya adab dalam MENYEWA (Mengajarkan dan Menyediakan Free Software) di seluruh Dunia. Pertanyaannya, mengapa GNU/Linux?

GNU/Linux penulis kenal saat semester ganjil tahun 2017 (lupa tepatnya kapan). Saat itu penulis ngeh dengan isu tentang software bajakan baik dalam bentuk tulisan, jurnal, jawaban ustadz di YouTube, dan sebagainya yang saat itu penulis masih sangat awam tentang GNU/Linux. Karena penasaran, penulis pun memasang distro GNU/Linux yang pertama kali penulis nyaman (karena ringan dan serasi dengan spek laptop penulis, hmm), yaitu Linux Lite 3.8.

Berjalan waktu hingga saat ini, Alhamdulillah, sudah ada beberapa orang yang penulis kenal bersedia memasang sendiri maupun penulis pasangkan GNU/Linux di Laptop/Notebook/Netbook mereka, sebut saja namanya seperti Agung Izzul Haq, M. Panji Purnomo, Haeruddin, Nurhidayah T, Ghina, Nur Fadhillah Musfira, Rezky Fadillah, dan yang tidak sempat saya sebutkan namanya satu persatu. Ini baru dari sektor jurusan matematika, adapula siswa yang penulis ajar di SMK Negeri 10 Makassar seperti Eren dan kak Hari.

Tampilan LibreOffice dan InkScape pada Linux Lite 4.2

Jadi, mengapa GNU/Linux? Karena, GNU/Linux merupakan solusi tunggal dalam mengatasi masalah penggunaan OS (Operating System) Windows yang kerap meresahkan pengguna komputer seperti masalah virus, lag, mahalnya biaya lisensi, dan cracking. GNU/Linux justru sebaliknya, OS ini memberikan penggunanya hak kebebasan dalam USE, STUDY, MODIFY, SHARE, dan JUAL BELI. Mengapa? Karena FREE (dalam dunia software diartikan bebas, bukan gratis). Jadi, harapan penulis kedepannya, bagi siapapun yang ingin mempelajari free software, penulis bersedia meluangkan waktu untuk mengajarkannya, asalkan Anda bersedia juga melowongkan waktu untuk diajari, dimanapun, yang penting penulis punya waktu luang dan bisa menyempatkan hadir saat itu. Seperti SITe.Com (Smada Information Technology and Communication), organisasi IT di sekolah penulis dulu menuntut ilmu, SMA Negeri 2 Makassar. Pengurus dan anggota SITe.Com yang ingin juga belajar tentang salah satu free software yang saangat penting untuk dipelajari pertama kali sebelum belajar GNU/Linux yang pelik, yaitu LibreOffice.

Mungkin itu saja, semoga tulisan ini dapat menjadi hujjah (saksi) bagi penulis di akhirat kelak. Jika benar itu datangnya dari Allah subhaanahu waa ta’aalaa, semoga bermanfaat dan jika salah itu datangnya dari penulis yang masih dangkal ilmunya tentang Free Software dan masih belajar ini. Jangan lupa bagikan tulisan ini kepada teman-teman Anda. Jika ada kritik dan saran maupun pertanyaan silahkan mengirimnya di kolom komentar untuk didiskusikan bersama.

Syukron, Jazaakumullaah Khair, wa Baarakalaah Fiikum.

Allahu a’lam.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.