Seri 2 Belajar GNU/Linux: Pengalaman Penulis Bersama Linux Lite

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Linux Lite merupakan salah satu distro sistem operasi GNU/Linux pertama yang penulis pasang di laptop setelah penulis mengetahui tentang masalah penggunaan software bajakan yang digandakan. Sekali lagi, jangan gunakan kata ini bajakan, tapi gunakan kata software yang digandakan. Pengalaman sejak akhir tahun 2017 hingga sekarang, membuat penulis lebih tertantang untuk selanjutnya mengajak, mengajarkan, dan menghimbau orang-orang terdekat penulis untuk ikut mempelajari, memasang, dan menggunakan Linux Lite di PC mereka. Mengapa? Karena ini masih disepelekan, masih “dianaktirikan” oleh sebagian orang yang kurang peduli/tidak tersampaikan informasi tentang pentingnya memasyarakatkan free software ke hati mereka.

Tahun ini, Alhamdulillah, setidaknya sudah ada 6 orang terdekat penulis yang menggunakan GNU/Linux (semoga kedepannya nambah pengguna GNU/Linux dan Free Software lainnya). Meski ada yang masih menggunakannya dengan Dual Boot, itupun sudah langkah awal yang baik, itu baik, karena ingin belajar GNU/Linux. Setelah memasang di PC mereka masing-masing, selanjutnya memasang beberapa free software yang mereka butuhkan untuk kelancaran pekerjaan sehari-hari mereka. Seperti Office, ada yang menggunakan LibreOffice, WPS atau  Free Office. Untuk desain grafis ada yang menggunakan InkScape atau GIMP. Untuk analisis data, ada yang menggunakan PSPP (teman saya meski masih menggunakan OS anu, tapi dia menganalisis data penelitiannya menggunakan free software yang satu ini, senang rasanya) atau R Studio. Untuk mengedit video, ada yang menggunakan Shotcut, Openshot, atau Kdenlive. Itu baik.

Kali ini, penulis ingin memperlihatkan kepada teman-teman pembaca tentang software apa saja yang penulis pasang di Laptop penulis, sempat ada yang terpanggil untuk memasangnya juga di distro GNU/Linux nya, hmm..

* Timeshift , fitur yang memanjakan mata dengan fungsi anti radiasinya
* LibreOffice versi 6.3.0 terbaik karena segalanya “cepat”
* untuk Shotcut versi Appimage tapi penulis belum sempat gunakan karena kesibukan dengan skripsi 🙂
* untuk saat ini penulis tidak aktif di WA, hanya di Telegram, hmm.
* yang paling sering digunakan penulis untuk desain saat ini InkScape, padahal dulu senangnya GIMP, entah mengapa 🙂
* penulis pernah juga instal R Studio, GNU Octave, dan Scilab waktu di Linux Lite 4.2
* Gambas3 untuk bahasa pemrograman pengganti Visual Basic (bisa juga diinstal di OS Windows menggunakan Cygwin)
* di Xpad penulis mengumpulkan semua catatan penulis selama menggunakan GNU/Linux (termasuk juga biasa curhat sih hehe)
* yang paling sering digunakan, tapi ada juga sih yang lain yang disuka, seperti Gambas3, hmm

Mungkin itu saja, semoga bermanfaat :). Jika ada yang salah mohon diluruskan dan berikan komentar Anda dikolom komentar, karena penulis yang bodoh ini juga masih butuh asupan ilmu dan terus belajar.

Syukron, Jazaakumullaah Khair kepada teman-teman yang sudah berkontribusi dalam memasyarakatkan Free Software di Indonesia melalui dirinya sendiri dulu. Tetap semangat. Semoga Allah subhanahu wa ta’aalaa memberikan Taufik-Nya kepada kita semua.

Allahu a’lam.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.