Seri 1 Belajar LibreOffice: Bagaimana Mereka Belajar

Bismillahirrohmanirrohiim.

LibreOffice, software yang paling banyak dibutuhkan oleh pengguna komputer, apalagi siswa, mahasiswa, dan guru yang notabennya untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah, kampus, dan kantor, mereka menggunakan software Office. Namun sayang, karena sejak awal sudah menggunakan Microsoft Office (MSO), jadi untuk menghimbau mereka menggunakan LibreOffice membutuhkan usaha yang extra. Tidak ada salahnya mau menggunakan software Office yang mana saja, ASALKAN kalian mengetahui aturan-aturan yang dibuat oleh pengembang software tersebut.

Pada tulisan kali ini, penulis akan sedikit membeberkan bagaimana mereka belajar LibreOffice. Siapa mereka? Ya, mereka adalah komunitasLibreOffice. Pertanyaan demi pertanyaan kerap dilontarkan di grup Telegram oleh 1821 member (terakir update 3 Agustus 2019 dan selain mereka yang ada di luar sana) tentang bagaimana cara ini, bagaimana cara itu. Melihat antusias mereka, muncul beberapa sosok yang tergerak untuk membuat semacam buku panduan LibreOffice (baca juga: Memasyarakatkan LibreOffice di Jurusan Matematika).

Yakin dan percaya, LibreOffice akan menjadi software yang sangat laris kedepannya digunakan oleh masyarakat di seluruh Dunia saat mereka menyadari tentang pentingnya mempelajari Free Software seperti LibreOffice. Bukan masalah harga, tapi masalah hak dari pengguna software itu sendiri. LibreOffice tidak mengekang penggunanya untuk membeli lisensi sebelum menggunakannya.

Oleh karena itu, penulis mengajak kepada seluruh pembaca dan orang-orang yang mendapatkan ‘hidayah‘ lalu ingin belajar tentang free software, software yang pertama kali harus dipelajari adalah LibreOffice. Mengapa? karenaLibreOffice sangat bisa menggantikan MSO, baik dari segi fungsi maupun manfaatnya. Jangan ragu, “prioritaskan yang memprioritaskanmu”, yaitu komunitas free software, khususnya di IndoNesia. Nama-nama seperti Ade Malsasa Akbar (GNU/Linux), Taufik Hidayat (LibreOffice), dan Su Rahman (Shotcut) (serta orang-orang yang tidak sempat saya sebut namanya) adalah orang-orang yang rela menyumbangkan waktunya untuk berkontribusi dalam membuat tutorial-tutorial free software di channel ataupun website mereka.

Mungkin itu saja tulisan kali ini, semoga bermanfaat. Kalau ada yang benar itu datangnya dari Allah subhanahu wa ta’aalaa, dan yang salah itu dari kecerobohan penulis yang masih belajar ini. Jangan lupa komentar dan kritik serta masukan dari pembaca dih di kolom komentar dibawah.

Syukron Jazaakumullaahu Khairan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.