Kenalan Singkat dengan Node.js

Sejarah dan pengertian

Javascript pada dasarnya merupakan bahasa pemrograman client-side yang artinya semua prosesnya berjalan disisi pengguna bukan disisi server. Namun sekarang Javascript dapat dijalankan disisi server dengan mengggunakan runtime yang bernama Node.js.

Node.js yang merupakan runtime Javascript dan bukan bahasa pemrograman, pertama kali dibuat dan diperkenalkan untuk pengguna pada sistem Linux pada tahun 2009. Node.js dibuat oleh Ryan Dahl dan disponsori oleh Joyent, perusahaan tempat ia bekerja. Ryan Dahl merupakan seorang sarjana matematika yang mana dia menempuh pendidikan di UC San Diego dan kemudian melanjutkan pascasarjana di University of Rochester dibidang matematika, dimana ia belajar topologi aljabar, yang menurutnya “sangat abstrak dan indah” selama beberapa tahun tetapi kemudian bosan karena “itu tidak berlaku untuk kehidupan nyata.”

Ryan Dahl membuat Node.js dengan menggunakan bahasa Javascript, C dan C++ yang dapat dijalankan pada sistem operasi Windows, Mac OS, GNU/Linux, FreeBSD, OpenBSD, webOS, dan lainnya.

Node.js bersifat open source (Lisensi MIT) yang artinya semua kodenya dapat diakses secara bebas oleh siapapun. Jika anda ingin berkontribusi mengembangkan Node.js, anda bisa akses repositorinya langsung di github (github.com/nodejs/node).

Beberapa karakteristik dari Node.js diantaranya, asynchronous & event driven, non-blocking, single threaded tapi highly scalable, cross platform, memiliki NPM.

Kegunaan

Javascript awalnya berjalan didalam browser bagian client-side dengan menggunakan V8 engine yang merupakan Javascript engine milik Google Chrome. Hal tersebut bisa dibilang sangat terbatas karena Javascript hanya dapat dijalankan ketika browser dibuka, maka ketika browsernya ditutup semua proses tersebut akan terhenti. Dari permasalahan itulah kemudian dibuat Node.js, untuk mengeluarkan V8 engine tadi keluar dari browser, agar Javascript dapat dijalankan diluar browser atau dengan kata lain Javascript berjalan di sistem operasi.

Karena Node.js sudah diinstal dan dapat dijalankan dalam sistem operasi akibatnya ada beberapa kegunaan dari Node.js, diantaranya.

– Dapat mengakses memori.
– Melakukan proses input dan output.
– Dapat mengelola binary dari file.
– Dapat mengakses file system, bisa mengakses file dari direktorinya langsung.
– Melakukan aktifitas network (http & https), dapat melakukan request dan menerima respon.

Cara menginstal

Disini penulis akan menunjukan 2 cara menginstal Node.js, yang pertama versi Windows dan yang kedua versi Kubuntu (Distro GNU/Linux).

  1. Versi Windows

Langkah pertama silahkan kunjungi situs resmi Node.js yaitu nodejs.org, untuk mengunduh file yang dibutuhkan. Unduh versi LTS (versi sekarang 14.16.0 LTS), lalu tunggu proses unduhnya.

Setelah proses unduhnya selesai, kemudian buka file instalasinya dengan cara klik dua kali atau klik open. Lalu lakukan proses instalasi sebagaimana anda biasa menginstal sebuah aplikasi, tunggu hingga prosesnya selesai.

  1. Versi Kubuntu

Pertama buka konsole, kita bisa menginstalnya langsung menggunakan repository ubuntu. Disini penulis menggunakan server kambing.ui.ac.id/ubuntu.

Ketikkan kode apt-nya pada konsole. Ikuti semua perintah dalam konsole hingga selesai.

sudo apt update

sudo apt install nodejs

Jika instalasinya menggunakan Windows maka didalam Node.js nya sudah terdapat pula NPM (Node Package Manager), namun ketika menggunakan Kubuntu kita perlu menginstalnya secara manual.

Caranya cukup ketikan lagi kode apt-nya untuk NPM pada konsole.

sudo apt install npm

Untuk mengecek apakah Node.js susah terinstal di komputer kita atau belum, kita dapat mengeceknya dengan menggunakan cmd pada Windows atau konsole pada Kubuntu.

Ketikkan perintah.

node -v

Jika muncul tampilan seperti dibawah ini, yang mana ditampilkan versi dari Node.js nya, maka Node.js sudah terinstal di komputer kita.

Membuat server sederhana

Buat file javascript dengan nama server.js lalu masukkan kode berikut.

server.js

var http = require('http');
http.createServer(function (req, res) {
res.writeHead(200, {'Content-Type': 'text/html'});
res.end('Hello World!');
}).listen(8080);

Anda bisa mengetik kodenya pada text editor apapun, penulis menggunakan Visual Studio Code. Simpan file tersebut kedalam direktori komputer anda, contoh dalam direktori Documents/NodeJs/server.js.

Lalu bukan terminal atau konsole milik komputer anda. Namun jika anda menggunakan Visual Studio Code, anda bisa langsung menggunakan terminal milik Visual Studio Code dengan cara klik pada menu bar, Terminal – New Terminal atau bisa dengan shorcut Ctrl+Shift+`.

Dan ketikkan perintah berikut pada terminal, lalu tekan Enter.

node server.js

Terakhir buka browser dan ketikkan localhost:8080, untuk membuka server local yang telah dibuat tadi. Jika tampilannya seperti dibawah ini yang mana akan menampilkan tulisan “Hello World” maka selamat server.js yang telah anda buat sudah dijalankan.

Itulah tadi sejarah, pengertian, kegunaan, cara menginstal dan server sederhana dari Node.js. Jika anda rasa penjelasan diatas belum sepenuhnya dipahami maka anda bisa mempelajarinya lebih lanjut disitus resmi Node.js nodejs.org/en/about/  atau bisa juga disini en.wikipedia.org/wiki/Node.js.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.