Segudang Manfaat dari Belajar dan Mengajarkan Free Software

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Beberapa hari terakhir ini ada banyak peristiwa yang trending topic, ini sependek pengamatan penulis sih. Misalnya saja kebijakan New Normal ditengah pandemi Covid-19 di Indonesia, peluncuran Roket oleh perusahaan Spacex Malaysia yang diilustrasikan dan dijelaskan detailnya oleh kanal Youtube Kok Bisa, jawaban Dr. Zakir Naik di channel Youtube beliau terkait haramnya mencuri hak orang lain melalui pelanggaran lisensi yg memiliki copyright (nonfree software dan buku dan produk sejenisnya), hingga HP S20+ yang memiliki harga 1 jutaan dengan spek 8 gb ram 256gb penyimpanan memori (di channel Youtube DK ID). Tapi kita tidak bahas 4 hal tersebut.

Tulisan kali ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada pemirsa sekalian, baik itu siswa, mahasiswa, guru, dosen, animator, programmer, dan orang awam yang masih menggunakan Windows dan nonfree software yang terinstal didalamnya AGAR MUDAH MIGRASI ke free software dan menganggap penting untuk terus belajar secara kontinu terkait free software. Yah analoginya seperti kalau kita mempelajari ilmu agama kepada sumber yang benar, yaitu Al Quran dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman para Ulama Salaf, sekali menjalani rutinitas menuntut ilmu pada guru yang benar, menjadikan itu sebagai habits (kebiasaan) yang bagus untuk kita.

Oke, kalian mungkin ada yang seperti penulis, mulai menggunakan windows dan Microsoft Office sejak SMP, mungkin ada yang dari SD, atau SMA, atau mungkin di perguruan tinggi pi baru menggunakan Windows, hmm. Beragam orang dengan latar belakang pengetahuan IT yang berbeda-beda. Kita ambil saja minimalnya SMP yah umurnya sekitar 12 tahun lah saat itu, kalau kalian sekarang sudah kuliah taruhlah usia 22 tahun (seperti penulis), berarti kalian sudah menggunakan Windows dan Microsoft Office selama 10 tahun. Lalu, ada orang yang tiba-tiba mengajak kalian migrasi dari Windows ke GNU/Linux, hmm, kesannya bagaimana? Ada beberapa orang tidak mau, tidak peduli, tidak mau tahu, ada beberapa orang yang paham lalu ingin migrasi ke GNU/Linux tapi tidak tahu belajar dengan siapa, dan ada beberapa orang yang paham lalu karena basic nya suka mengotak atik, orangnya penasaran, jadinya berusaha mencari pengajar atau literatur di internet untuk belajar GNU/Linux.

Sama halnya dengan software-software yang lain. Migrasi dari Microsoft Office ke LibreOffice, dari CorelDraw ke Inkscape, dari Adobe Photoshop ke GIMP, dari IDM ke Persepolis Download Manager (PDM), dari SPSS ke GNU PSPP atau JASP, atau RStudio, dari Chrome ke Mozilla Firefox, dari Adobe Flash ke Macromedia Flash MX (ini nonfree software tapi telah berstatus abandonware, bisa dicek penjelasan penulis disini) atau Tupitube 2D, dari MATLAB ke GNU Octave, daei MAPLE 18 ke Scilab atau Sagemath, dari VB6 ke Gambas3 atau Lazarus, dari Adobe After Effect ke Blender, dari AutoCAD ke FreeCAD, dan masih banyak lagi. Ohiya, sekedat tambahan, untuk XAMPP, Rufus, VLC, Notepat ++ dan GeoGebra, ini adalah FREE SOFTWARE yah.

Oke, sebenarnya, sangat mudah untuk migrasinya. Apalagi kalau sudah diketahui bahwa fakta membuktikan, Nonfree Software (seperti buatan Microsoft, Adobe, CorelDraw, IBM SPSS, dan sejenisnya) itu tidak menunaikan hak penggunanya, mengendalikan data privasi penggunanya, bahkan menetapkan penggunanya sebagai PIRACY atau KRIMINAL jika melakukan modifikasi atau istilahnya cracking/breaking (melalui KMS, Key Generate, Serial Number ilegal, dan sejenisnya) terhadap Software yang pengembangnya buat, bahkan menanam virus/malware ke dalam software yang mereka pengembangnya sengaja ikutkan di software buatannya. Selain itu, melarang penggunanya untuk membantu orang lain (memberikan salinan master nonfree Software, memasangkannya lalu memodifikais dengan cara bantuan tools untuk cracking), dan mengendalikan data privasi penggunanya (akun, isi chat, dan sejenisnya). Itulah nonfree software dan pengembang nonfree software tersebut. Sangat tidak adil.

Sekali lagi, ini bukan tuduhan tanpa data, ini FAKTA dengan data yang jelas, terang, bisa kalian cek di lisensi Nonfree software tersebut, hasil riset GNU.ORG tentang software buatan dari Microsoft dan Google ada malware/virusnya, banyaknya pengguna yang membawa laptopnya ke tempat service untuk instal ulang OS, service motherboard, dan masih banyak masalah lainnya. Ini semua sangat gamblang, tidak ada yang tersembunyi, tidak ada kebohongan. Namun, karena hanya kak Ade Malsasa Akbar, kak Taufik Hidayat, kak Tasliman, dan beberapa orang yang ahli terkait free software di Indonesia yang mengajarkannya, itupun lewat Telegram dan kursus online lewat free software untuk WEBINAR (jitsi meet, bigbluebutton, webex, dan sejenisnya), melalui buku dan ebook yang hak ciptanya berlisensikan CC BY-SA 3.0 (lisensi karya cipta yang BEBAS). Masih butuh banyak bantuan dari kalian semua untuk mensosialisasikan free software di Indonesia.

Kalau mau berkontribusi, yah mulai dari software yang sering digunakan oleh orang kebanyakan lah, seperti LibreOffice agar tidak lagi digunakan Microsoft Office (selain mahal lisensinya, banyaknya orang yang gunakan versi crack nya, dan ini salah). Kalian yang ahli desain grafis mulai belajar dan mengajarkan GIMP dan Inkscape. Kalian yang programmer mulai belajar dan mengajarkan XAMPP dan Gambas3 atau bahasa pemrograman yang menggunakan free software. Kalian animator dan ilustrator, mulai belajar dan mengajarkan Olive, Shotcut, Tipitube 2D, Blender, Synfig Studio, dan free software lainnya. Bisa belajarnya lewat berguru langsung ke orang yang ahli, ada banyak di Telegram komunitas free software seperti GNU/Linux, LibreOffice, HTML dan CSS, dan sebagainya, dan di YouTube ada banyak tutorialnya. Bisa mengajarkan yang kalian ketahui lalu menguploadnya di medsos kalian, entah lewat YouTube, LBRY, Telegram, atau menulis dalam bentuk buku lalu menyebarkannya.

Keuntungannya? Bisa menyelamatkan banyak orang dari ketidaktahuan mereka tentang nonfree software yang mereka gunakan selama ini itu ternyata tidak adil. Bisa menjadi amal jariyah karena mengajarkan kebaikan, mengajak orang migrasi dari nonfree software ke FREE SOFTWARE. Sekali lagi, bukan hanya masalah harganya saja yah, tapi masalah hak kalian yang juga dikendalikan oleh pengembang nonfree software. Mari berpikir sejenak dan RENUNGKAN.

Semkga tulisan ini bermanfaat untuk penulis dan pemirsa sekalian. Jika ada yang benar itu datangnya dari Allah subhaanahu wa ta’ala. Jika ada yang salah itu datangnya dari diri penulis yang masih jahil dan fakir ilmu ini dan terus belajar belajar dan belajar, olehnya itu penulis memohon maaf. Mohon nasihatnya disampaikan lewat kolom komentar di bawah ini. Semoga Allah memberikan taufikNya kepada kita semua dan semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam migrasi dari nonfree software ke FREE SOFTWARE.

Jazaakumullaahu Khairan wa Baarakallaah Fiikum.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mekanisme Pembayaran Paylines Pada Mahjong Ways Diperkenalkan Agar Pemain Tahu Potensi Menang
Strategi Bertahan Dalam Mahjong Ways Saat Tren Kekalahan Diatur Melalui Panduan Terlengkap
Tabel Pembayaran Mahjong Ways Dibaca Terlebih Dahulu Sebelum Menentukan Besaran Taruhan
Sistem Acak RNG Pada Mahjong Ways Memiliki Fakta Penting Yang Wajib Dipahami Pemain
Transformasi Simbol Emas Menjadi Wild Dalam Mahjong Ways Dimaksimalkan Untuk Meraih Kemenangan
Teknologi Yang Semakin Adaptif Dan Terintegrasi Membantu Kasino Online Mengikuti Perkembangan Zaman
Pengembalian Kasino Online Dibandingkan Melalui Sinkronisasi Akurat Dengan Mekanisme Digital Dan Analisis Modern
Transformasi Kasino Online Diidentifikasi Riset Informatika Untuk Menjelaskan Pergeseran Ekosistem Digital
Dinamika Sistem Kasino Online Terungkap Melalui Deteksi Anomali Algoritmik Dengan Data Komprehensif
Era Baru Kasino Online Dimasuki Seiring Meningkatnya Konektivitas Dan Inovasi Teknologi
Pemodelan Terukur Menerangkan Dinamika Probabilistik Kasino Online dalam Menghasilkan Pola Virtual Mutakhir
Pengalaman Interaktif Kasino Online Berkembang Berkat Pemrosesan Data yang Cerdas
Perkembangan Teknologi Interaktif Mendorong Kasino Online Memasuki Generasi Platform yang Lebih Modern
Kasino Online dari Platform Digital Menuju Ekosistem Interaktif yang Semakin Menarik Perhatian Publik
Kecerdasan Adaptif Kasino Online Mendorong Transformasi Industri Permainan Digital Modern
Dokumentasi Kasino Menjadi Fondasi Penting dalam Menjaga Jejak Keamanan Kepatuhan dan Transparansi Sistem
Peta Kerapatan Probabilitas NextSpin Membantu Menghubungkan Indeks Gates of Olympus dengan Pendekatan Sains
Pengelolaan Dokumentasi Kasino Membantu Memperkuat Keamanan Sistem dan Memastikan Kepatuhan Infrastruktur Secara Lebih Terstruktur
Analisis RTP Membantu Memahami Mengapa Jam Main Tidak Selalu Menunjukkan Pola Hasil Permainan yang Sama
Desain Kalkulatif Probabilitas Sweet Bonanza Candyland Membuka Arah Baru dalam Pengolahan Data PGSoft Berbasis Komputasi